Etiskah Host yang Mendominasi Program Talk Show?
Post kali ini terinspirasi dari salah satu fenomena di zaman now khususnya dalam acara talk show di stasiun-stasiun televisi yang ditandai dengan adanya satu program talk show dimana host program tersebut terkesan lebih dominan, bahkan terkesan memaksakan harapannya sendiri dari narasumber yang ditanyainya. Selain itu, host juga terkesan tidak menghormati narasumber yang dihadirkannya yang ditandai dengan menyela ketika narasumber memberikan jawabannya.
Bila menyebut program talk show, barangkali para pembaca banyak yang teringat dengan Oprah Winfrey yang begitu populer. Di tanah air sendiri, program talk show ada juga yang mengikuti format sebagaimana program Oprah Winfrey yang sangat tergantung dari kemampuan bertanya dari host dalam mengelisitasi dan menggali informasi dari narasumbernya.
Program talk show kini banyak dikemas dalam berbagai format, demikian juga pada sejumlah program talk show di stasiun-stasiun televisi nasional. Seseorang yang menjalankan profesi sebagai host tentunya harus terikat pada sejumlah etika, termasuk etika profesi.
Berbicara soal etika, maka kita terlebih dahulu perlu mengetahui pengertiannya.
Mengutip dari Ikmal Maulana Akbar, secara etimologi, kata etika berasal dari bahasa Yunani
adalah “ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).
Etika biasa berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari
bahasa latin: yaitu “mos” dan dalam bentuk jamaknya “mores”, yang berarti juga
adat kebiasaan atau cara hidup seorang dengan melakukan perbuatan yang baik
(kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan buruk.
Etika adalah nilai-nilai moral yang mengikat dalam berucap,
bersikap, dan berprilaku dalam melaksanakan tugas fungsi wewenang dan tanggung
jawab.
Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan
sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian
perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem
nilai-nilai yang berlaku.
Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: susila
(sansekerta), lebih menunjukan kepada aturan dasar-dasar, prinsip, aturan hidup
(sila) yang lebih (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti
ilmu akhlak.
Jadi etika itu adalah ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang
hak dan kewajiban moral (akhlak); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan
dengan akhlak; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan
atau masyarakat.
Selain itu, etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan
mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus
mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai moral.
Nilai moral, etika, kode perilaku dan kode etika standar
profesi adalah sebagai pedoman, untuk memberikan jalan, tolak ukur dan acuan untuk mengambil
keputusan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dalam berbagai situasi dan
kondisi tertentu dalam memberikan pelayanan profesi atau keahliannya
masing-masing.
Mengacu kepada penjelasan di atas, penulis menganggap bila program talk show yang terkesan seperti memaksakan kehendak dari host sama saja dengan tidak bersandar pada etika normatif termasuk profesi yang semestinya. Lalu untuk apa harus menggali informasi dari narasumber yang dihadirkan? Kalau sudah begitu, pertanyaannya adalah apakah layak disebut sebagai program talk show?
image: weneedfun.com
ref: ikmalmaulanaakbar.wordpress.com
loading...



ConversionConversion EmoticonEmoticon